Wednesday, January 16, 2008

Kalau wajib pakai batik...

Mulai hari ini (17/01), setiap pegawai negeri Malaysia diwajibkan memakai busana batik setiap hari Kamis, demikian diumumkan oleh Ketua Setiausaha Negara, Tan Sri Mohd Sidek Hassan.

Saya mengacungkan empat jempol terhadap kebijakan yang diambil oleh pemerintah Malaysia tersebut. Siapa lagi yang bisa mempertahankan kelangsungan hidup pengrajin batik jika bukan rakyat negaranya sendiri?

Di Indonesia pun ada kewajiban mengenakan busana batik setiap hari Senin, tapi batik bermotif lambang Korpri. Alangkah baiknya jika batik Korpri itu diganti dengan motif batik lokal sesuai daerah masing-masing. Seperti kita ketahui, setiap daerah mempunyai motif batik tersendiri. Motif batik Yogya misalnya, jauh berbeda dengan motif batik Jambi. Kebijakan memakai busana batik lokal juga bisa mengangkat kembali beberapa motif batik yang terancam punah, misalnya batik Lasem.

Jangan cuma bisa marah-marah ketika Malaysia mengklaim batik sebagai miliknya, tapi kita sendiri tak berupaya menjaga kelestarian batik Indonesia.

1 comments:

Azzam said...

Memang kita harus bangga dengan batik, karena itu warisan budaya bangsa. Caranya ya dengan memakainya. Kita harus meniru orang India dimana para pemimpinnya terdepan dalam menggunakan baju daerah.