Nama Askar Wataniah tiba-tiba jadi buah bibir di Indonesia. Pasalnya, ribuan orang warga negara Indonesia yang tinggal di perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan disebut-sebut pernah direkrut sebagai anggota laskar tempur cadangan tersebut.Isu ini mulai hangat setelah dihembuskan oleh para anggota DPR yang baru pulang dari kunjungan kerja ke Kalimantan Barat. Anggota Komisi Pertahanan DPR, Happy Bone Zulkarnain, risau jika terjadi perang antara Indonesia-Malaysia, maka TNI akan baku bunuh dengan saudara sendiri.
Pak Happy yang tidak happy itu mungkin lupa kalau dalam sejarahnya TNI pernah membunuh saudara setanah air. Pemberontakan PKI Madiun, DI/TII, PRRI/Permesta, G30S/PKI, Gerakan Aceh Merdeka...jangan bilang ke saya kalo TNI menumpas pemberontakan itu dengan lemparan bunga dan cubitan mesra ke pipi para pemberontak.
Jadi kalau nanti TNI harus berperang dengan Askar Wataniah (mudah-mudahan jangan...), ya anggap saja berperang dengan pemberontak. Gampang tho? Saya yakin TNI bisa. Saya percaya dengan profesionalisme dan kedigdayaan anggota TNI. Jangankan memerangi saudara sendiri yang memberontak, memerangi anggota Polri pun TNI bisa kok :-p
Ada cerita sedikit dari Amerika mengenai soal askar-askaran ini. Di negaranya Paklik Bush ini, banyak kaum imigran yang melamar jadi tentara. Iming-imingnya dahsyat: boleh otomatis mengajukan permohonan menjadi warga negara Amerika dalam waktu 6 bulan setelah kembali dari tugas kemiliteran. Siapa yang nggak mau?
Di bumi yang semakin datar tak berbatas ini, nasionalisme ada di lambaian duit dan jeritan perut lapar, bukan lagi di kibaran bendera dan pekikan "Merdeka!". Memprihatinkan, memang. Tetapi, perubahan nilai dan norma kadang-kadang merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan sang waktu.








0 comments:
Post a Comment