Ketika mulai mengajar di universitas sekembalinya dari negeri Paman Sam, yang pertama kali terbersit di pikiran saya adalah: apa yang mahasiswa harapkan dari saya?Jika mahasiswa hanya mengharapkan saya menyampaikan materi kuliah yang ada di dalam buku teks, saya yakin mereka tidak memerlukan dosen. Suruh saja mereka membeli buku, baca sendiri, lalu ujian.
Apalagi sekarang ilmu pengetahuan sudah tidak terkurung lagi oleh tembok-tembok perpustakaan yang angkuh dan dingin. Dengan bantuan internet, ilmu pengetahuan bisa diakses oleh siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Bentuknya bisa seperti Wikipedia, e-book, jurnal-jurnal online, atau kalau malas cukup Google saja. Mudah, semudah 1-2-3.
Mahasiswa yang melek teknologi informasi bisa jadi lebih banyak pengetahuannya ketimbang dosen yang cuma mengandalkan buku teks klasik. Kelihatannya demokrasi bukan cuma menyentuh ranah politik.
Buku teks mudah diperoleh. Internet semakin mudah diakses. Informasi adalah milik semua orang. Ilmu pengetahuan tidak lagi tinggal di menara gading, tetapi sudah turun gunung menjadi milik siapa saja. Lantas, masih relevankah fungsi dosen? Apakah dosen masih diperlukan di universitas?
Jika fungsi dosen hanya mengcopy-paste materi yang ada dalam buku teks, saya tegaskan bahwa mahasiswa tidak memerlukan dosen. Dalam kasus ini, keberadaan dosen menjadi tidak relevan.
Untuk membuat dirinya menjadi relevan, seorang dosen harus melakukan transformasi total dari paradigma klasik sebagai penyampai ilmu (knowledge) kepada paradigma modern sebagai penyampai kebijaksanaan (wisdom).
Dalam pandangan saya, kebijaksanaan adalah ilmu yang sudah dimasak dengan pengalaman dan tantangan hidup. Hal ini tidak bisa didapat dari buku teks atau Paman Google. Kebijaksanaan hanya bisa disampaikan oleh seseorang yang menguasai ilmu DAN menempa ilmu tersebut dalam kawah Candradimuka akademik maupun non-akademik.
Kebijaksanaan adalah campuran apik antara pengetahuan, pemahaman, pengalaman, kemampuan mengambil keputusan, intuisi, dan kemampuan menyelesaikan masalah.
Jika dosen sudah berhasil menjadi seorang penyampai kebijaksanaan, fungsi dosen tetap akan relevan sepanjang zaman, tidak tergugat oleh kemunculan teknologi informasi secanggih apapun.
(bersambung)








2 comments:
tulisan anda masuk katagori berat buat saya karena saya cuma penulis cerpen. saya mampir ke blog anda karena nyasar ketika surfing internet. salam kenal tapi kenapa anda pelit sekali dengan data profile anda ya? maaf bukan apa-apa cuma penasaran pingin tahu saja. terima kasih kalau ada waktu mampirlah ke blog kami para cerpenis pemula. terima kasih
tukangbikincerita,
Terima kasih atas komentar anda. Blog saya memang rada berat :-) Makanya bagi yang sedang stres sangat tidak dianjurkan untuk mengunjungi blog ini :-)))
Sukses untuk anda dan cerpenis pemula lain.
Post a Comment